Hadis Mutawatir, adalah hadis yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad dan tidak terdapat kemungkinan bahwa mereka semua sepakat untuk berdusta bersama akan hal itu. Jadi hadis mutawatir memiliki beberapa sanad dan jumlah penutur pada tiap lapisan generasi (thaqabah) berimbang. Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah A. Nasakh Al-Qur'an dengan hadits ahad. Jumhur berpendapat, Al-Qur'an tidak boleh dinasakh oleh hadits ahad, sebab Al-Qur'an adalah mutawatir dan menunjukkan keyakinan, sedang hadits ahad itu zhanni, bersifat dugaan, di samping tidak sah pula menghapuskan sesuatu yang ma'lum (jelas diketahui) dengan yang mazhnun (diduga). Dirangkum dari buku Hadits Shahih Bukhari Muslim karya Muhammad Fuad dan sumber lain, berikut contoh hadits mutawatir yang bisa Anda jadikan pedoman: 1. Hadits tentang berdusta. "Siapa saja yang berdusta atas namaku secara sengaja maka hendaklah ia bersiap-siap menempati tempat duduknya di neraka." (HR. Bukhari) Hadits dalam kehujjahan dalam hukum Islam sangatlah kuat, dan menempati posisi kedua dari Al Qur'an, hal ini tidak lain kedudukan akan hadits sangatlah penting dalam istinbat hukum Islam, karena memang penjabaran Al Qur'an terkadang perlu penjelasan, oleh karena itulah hadits dalam kedudukan dan fungsi sangatlah penting . Full text. Hadis ahad merupakan hadis yang memiliki jumlah periwayat yang tidak mencapai kriteria hadis mutawatir. Oleh sebab itulah hadis ahad memiliki derajat lebih rendah dari hadis mutawatir. Hadis ahad dibagi ke dalam 3 (tiga) jenis, yaitu masyhur, aziz, dan gharib. Hadis ahad masyhur atau hadis masyhur ialah hadis yang diriwayatkan oleh lebih dari 2 Telah kami jelaskan dalam jawaban soal no. (126571), bahwa pembagian hadits menjadi hadits Mutawatir dan hadits Ahad, bukan maksudnya itu meragukan hadits Ahad. Dan didapatkan ilmu itu dari hadits Mutawatir, tidak meniadakan bersandar terhadap hadits Ahad serta menerimanya. Kami buatkan permisalan akan hal itu untuk menjelaskannya silahkan anda .

apa itu hadis mutawatir