Sekitarpertengahan tahun 2017 gue diajak nanjak ke gunung salak via cimelati sama kakak gw dan rombongan temen kantornya, tanpa perlu berfikir panjang gue langsung mengiyakan ajakannya, yang gue tau ada jalur pendakian lainnya yang juga banyak orang lewat situ, yaitu jalur pendakian salak via pasir reungit
Hadnt been up to the top of Salak 1 since 2009 so I thought it was time to make a repeat visit, but by a different route. The traverse from Cidahu to Pasir Reungit via the summit must be the toughest regular trek on the range, requiring two full days. As usual, I stayed in Bogor on the Friday night for an early start on Saturday.
Trekkingke Kawah Ratu Gunung Salak via Pasir Reungit. Jalurnya sangat cocok untuk pemula, ramah untuk keluarga yang ingin mengajak putra putrinya untuk peng
Semuakesulitan dan cerita mengenai gunung yang namanya berasal dari kata Salaka atau perak dalam bahasa Sanskerta ini tak terasa begitu menapaki jalur pendakian. Melalui gerbang Pasir Reungit, sepanjang jalur pendakian, pengunjung akan disuguhi hijaunya pepohonan, beningnya Sungai Cikuluwung dan suara kawanan burung penghuni Gunung Salak.
Oya jalur resmi untuk menuju puncak salak 1 ini terdapat 2, via cidahu cimuncang dan via pasir reungit. Gunung salak memiliki ketinggian 2.211 mdpl serta punya 2 puncak yang paling di gandrungi pendaki yaitu puncak manik 1 dan 2, berikut jalur pendakian gunung salak bila kamu hendak mendaki gunung salak dalam waktu dekat:
sekitarjam 8 malam-an kita sampai di warung-warung di bumi perkemahan Pasir Reungit setelah sebelumnya kita akan menemui gerbang Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan membayar biaya masuk sebesar Rp.25000 , ngopi sebentar dan repacking, sholat isya dan berdoa kita mulai pendakian (salak menurutku sangat tidak dianjurkan nanjak malam kaya uji
. Gunung salak memang termasuk gunung rendah dengan ketinggian sekitar 2100-an. Namun jangan pernah anggap remeh gunung, seperti gunung Salak ini, walaupun tergolong rendah, gunung ini di jamin bisa bikin anda semua ngos-ngosan untuk mencapai puncaknya. Jalur yang biasa di gunakan untuk mencapai puncak Salak adalah jalur Cidahu, ini adalah jalur terpendek dengan puncak. Namun bila anda ingin mencoba tantangan yang berbeda, anda bisa mencoba jalur Pasir Reungit. Trek ini merupakan trek terpanjang untuk mencapai puncak. Pasir Reungit berada di tempat perkemahan Gunung Bunder. Untuk mencapainya anda harus menggunakan kendaraan pribadi, karena transportasi menuju gunung bunder sangat sulit. Pintu pendakian awal di mulai dari Curug. Biaya retribusi untuk mendaki via jalur ini adalah Perjalanan pertama jalan sudah berbatu dan sedikit landai. Hingga kita bertemu dengan persimpangan. Anda dapat memilih kanan untuk mengikuti jalur berbatu, ataupun lurus untuk melewati air terjun. Jika anda mengambil jalan lurus, anda akan melalui trek yang terjal di samping kiri air terjun, setelah itu jalur akan tiba-tiba menghilang. Jalanan akan berubah menjadi aliran sungai. Anda harus melewati aliran sungai ini. Setelah berjalan 15 menit, anda akan bertemu kembali di jalan berbatu. Sepanjang jalan menuju kawah ratu, anda banyak menjumpai aliran air. Setelah berjalan sekitar 2 jam, anda akan mulai memasuki kawasan hutan mati, di dekat hutan mati anda akan menemui sebuah lapang, namunn anda tidak dapat bermalam disini karena daerah ini sangat dekat dengan kawah dan di daerah ini ada larangan untuk mendirikan tenda. Di hutan mati anda akan mencium bau belerang yang berasal dari kawah ratu. Setelah berjalan sekitar 30 menit, anda akan tiba di kawah ratu. Untuk menuju puncak salak, anda ambil jalan ke bawah menuju kawah, berhati-hatilah karena jarang orang yang melalui jalur ini, sehingga jalur menuju puncak tidaklah jelas, anda harus mencari patok-patok yang tertanam di sekitar jalur. Setelah turun ke bawah, anda akan melewati aliran sungai dan jalur mulai menanjak untuk menuju Helipad. Perjalanan dari kawah ratu menuju helipad memakan waktu sekitar 45 menit. Di helipad anda dapat beristirahat sejenak. Perjalanan di lanjutkan dari helipad untuk menuju Bajuri ataupun persimpangan Cidahu dan puncak. Perjalanan memakan waktu 30 menit. Di pos bajuri ini anda dapat mengisi air untuk perbekalan menuju puncak salak. Setelah perbekalan cukup, anda akan menemui persimpangan, ambilah jalan ke kiri untuk menuju puncak, jalan ke kanan akan membawa anda menuju Cibodas. Jalur mrnuju puncak cukuplah terjal dan becek. Sering kali kaki anda akan masuk ke lumpur, sehingga di sarankan utuk menggunakan sepatu yang waterproof. Setelah berjalan sekitar 2 jam, anda akan tiba di puncak bayangan, di sini tempat orang untuk mendirikan tenda jika kelelahan ataupun kemalaman. Perjalanan dari puncak bayangan ini ke puncak sekitar 1 jam. Tidak jarang anda akan menemui webbing sling di tengah jalur yang sengaja di relakan leh para pendaki karena jalur begitu terjal. Setelah melewati 2 jam, anda akan tiba di puncak gunung salak. Di puncak tidak banyak yang bisa anda lihat karena puncak salak masih rimbun dan tertutup oleh pepohonan. Di puncak Salak juga anda dapat melihat sisa tenda evakuasi pesawat jet Sukhoi yang jatuh di punggungan salak. Di puncak juga terfapat makan juru kunci Gunung Salak. Tenda evakuasi Sukhoi ddi puncak Salak Selamat Mencoba!!!
BOGOR-RADAR BOGOR, Warga Bogor tentu sudah tidak asing lagi dengan Gunung Salak. Bahkan, gunung ini dianggap salah satu dari gunung paling angker di Indonesia. Meski begitu, banyak orang penasaran ingin mendaki gunung yang berada di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, itu. Ketinggian Gunung Salak mencapai mdpl. Gunung Salak masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak TNGHS. Beberapa titik kawasan itu dimanfaatkan menjadi destinasi-destinasi wisata. Gunung Salak, sebenarnya memiliki lebih dari 7 puncak. Di antaranya Puncak 7 Fajar Kencana, Puncak 8 Benteng Merah, Puncak 9 Benteng Hijau, Puncak 10 Salak Impesa, Puncak 11 Sumbul, dan Puncak 12 Keramat. Hanya, puncak yang biasanya dinikmati para pendaki meliputi Puncak 1 Puncak Manik dan Puncak 2 Puncak Prabu. Puncak Salak 1 inilah yang memiliki ketinggian mdpl dan banyak diburu pendaki. Namun, jangan salah. Medan untuk mencapai puncak Gunung Salak itu terkenal terjal dan menantang. Apalagi Gunung Salak masih terkenal keramat di kalangan warga lokal Bogor. Berikut beberapa jalur pendakian yang dirangkum oleh Radar Bogor. 1. Jalur Pendakian Gunung Salak via Cimelati Pendakian Gunung Salak melalui jalur pendakian Kutajaya, Cimelati dianggap relatif cepat. Jalur ini adalah jalur pendakian paling pendek. Namun, beberapa pendaki harus siapkan keperluan air. Sebab, sejauh jalur pendakian Gunung Salak via Cimelati tidak ditemukan sumber air. Untuk ke arah jalur Kutajaya, dari Bogor naik transportasi umum atau kereta jalur Sukabumi lalu turun di Cicurug. Dari Cicurug, bisa memanfaatkan angkutan umum atau ojek ke Dusun Kutajaya. Jalur Kutajaya cukup susah dilalui bagi pendaki ini. Namun perjalanan dari Dusun Kutajaya akan lebih indah dengan panorama kebun dan kebun masyarakat setempat. Estimasi waktu pendakian Gunung Salak via Cimelati berkisar 8-9 jam. 2. Jalur Pendakian Gunung Salak via Cidahu Jalur pendakian via Cangkuang, Cidahu menjadi salah satu favorit kalangan pendaki. Pendaki bisa menemukan banyak warung makan untuk bekal, tempat terbuka untuk membangun tenda, pemandangan air terjun dan Kawah Ratu. Perjalanan untuk ke pos pendakian Cangkuang juga tetap mengarah ke Kabupaten Sukabumi. Namun, pendaki harus mencapai pertigaan Cidahu. Dari sana, pindah transportasi umum ke arah pos pendakian Cidahu. Estimasi waktu pendakian Gunung Salak via Cidahu berkisar 10-11 jam. 3. Jalur Pendakian Gunung Salak via Pasir Reungit Jalur pendakian Gunung Salak via Pasir Reungit adalah jalur paling panjang yang perlu dilalui. Sebab, pendaki harus berjalan melingkari Kawah Ratu. Akan tetapi, Jalur Pasir Reungit mempunyai panorama yang tidak kalah cantik dari Jalur Cidahu. Di jalur ini, ada dua kawah memiliki ukuran kecil yakni Kawah Monyet dan Kawah Anjing. Jika tiba musim hujan, dua kawah beralih menjadi sumber mata air alami yang dapat digunakan pendaki. Oleh karenanya, jalur ini menjadi salah satu yang sering dimanfaatkan pendaki. Khususnya asal Bogor karena masih berada dalam wilayah yang sama. Di sekitar Desa Pasir Reungit juga ada perkemahan serta tiga mata air, yaitu Curug Seribu, Curug Cigamea Satu, dan Curug Cigamea Dua. Pos pendakian jalur Pasir Reungit ini bisa dicapai dengan angkutan umum dari Terminal Bubulak Bogor menuju perdesaan ke arah Leuwiliang. Selanjutnya, turun di simpang Cibatok. Dari Simpang Cibatok, kembali naik angkutan umum ke arah Bumi Perkemahan Gunung Bunder. Estimasi waktu pendakian Gunung Salak via Pasir Reungit berkisar 9-10 jam. 4. Jalur Pendakian Gunung Salak via Curug Pilung Jalur pendakian Gunung Salak yang ini ada di teritori rekreasi Curug Pilung yang ada di Dusun Giri Jaya, Cidahu, Sukabumi. Curug Pilung, Giri Jaya merupakan daerah yang bisa dicapai dengan angkutan umum dari Cicurug, Sukabumi. Dari pintu masuk teritori rekreasi Curug Pilung, bisa ditempuh berjalan kaki sekira 15 menit. Dari sana, pendaki akan bertemu pintu masuk Pasareyan Eyang Santri. Biasanya, di lokasi ini banyak pendaki yang berziarah ke pusara Eyang Santri sebelum memulai perjalanan ke puncak. Estimasi waktu pendakian Gunung Salak via Curug Pilung berkisar 9-10 jam. 5. Jalur Pendakian Gunung Salak via Aji Saka Jalur ini berada di Kabupaten Bogor, tepatnya Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Jalur Aji Saka merupakan jalur Pura Jagatkarta yang dahulu sering digunakan para peziarah berkunjung ke beberapa makam wali. Disebut-sebut, rute ini bisa mencapai 3 puncak sekaligus yaitu Puncak Fajar Kencana 1917 mdpl, Puncak Prabu Salak II 2180 mdpl, dan Puncak Sumbul 1926 mdpl. Sayangnya, perjalanan menuju puncak lewat jalur satu ini memiliki banyak percabangan jalan. Hal inilah yang membuat pendaki harus berhati-hati dan selalu memperhatikan petunjuk arah berupa tali pita maupun webbing. Dari jalur pendakian via Aji Saka ini akan bertemu di pertigaan dari Jalur Curug Nangka. Untuk mencapai Puncak II dapat ditempuh dengan durasi 8-9 jam perjalanan. 6. Jalur Pendakian Gunung Salak via Curug Nangka Curug Nangka menjadi salah satu destinasi wisata keluarga di Bogor. Lokasinya mudah dijangkau dan masuk dalam wilayah Desa Sukajadi, Kecamatan Ciapus, Kabupaten Bogor. Jalur ini menjadi salah satu rute pendakian paling ramai untuk menuju Puncak Gunung Salak II. Selain jalur pendakian, banyak objek wisata khas Kota Bogor yang menjadi destinasi wisata alam favorit di area ini. Mulai dari satwa monyet ekor panjang, Owa Jawa, lutung dan berbagai burung. Karakter jalur hampir mirip dengan jalur Aji Saka. Tujuannya juga mencapai 3 puncak dan durasi yang hampir sama. */mam Editor Yosep
Bogor – Jalur pendakian gunung salak via pasir reungit adalah salah satu dari sekian banyak jalur pendakian gunung salak yang bisa digunakan untuk sampai ke puncak gunung salak. Gunung salak sendiri terkenal dengan banyak misteri maka dari itu gunung ini walau weekend tidak begitu ramai pendaki beda dengan gunung tetangganya yang masih dalam satu wilayah yaitu Gede Pangrango. Baca Juga 3 Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Fotojuwitalatifah Gunung salak memiliki ketinggian 2211 Mdpl namun dibalik itu jangan sekali-kali kamu menganggap gunung ini cukup mudah didaki pasalnya banyak pendaki yang harus bersusah payah untuk menggapai puncak salak karena jalur untuk ke puncak memang sangat berat apalagi setelah kawah ratu cukup nikmati medan yang harus kamu lalui. Untuk bisa ke titik awal pendakian gunung salak dari Jakarta misalnya dengan cara naik kereta KRL cukup murah 7k an setelah kamu sampai ke bisa dilanjut dengan naik angkot bernomor 02 atau 03 dengan juruan terminal laladon Bubulak dengan taris angkot berkisar 4k -7k kemudian dilanjut naik angkot lagi bernomor 05 dengan juruan Tenjoljaya Cinangeng dengan ongkos 6k-10k dari sini kamu harus naik ojek menuju kawasan wisata alam gunung bunder untuk tarif ojek berkisar 30k silahkan tawar saja ke abangnya. Setelah sampai dipintu lintas wisata alam gunung bunder kamu akan dikenakan retribusi masuk wisata gunung bunder yaitu 10k/user dan kamu sudah sampai di pintu masuk jalur pasir reungit dengan biaya simaksi sebesar weekday dan weekedn 22k. Setelah semua mengurus simaksi selesai dan persiapan bekal logistik komplit langkah selanjutnya adalah melakukan pendakian gunung salak, berikut estimasi waktu pendakian gunung salak via pasir reungit. Pendakian Via Pasar Reugit 1 Bascame – Kawah Ratu 70 menit 2 Kawah ratu – Helipad 40 menit 3 Helipad – Simpang Bajuri 30 menit 4 Simpang Bajuri – Puncak Bayangan 4 jam 5 Banyangan -Puncak Manik 70 menit Dari estimasi waktu diatas didapat untuk bisa sampai ke puncak gunung salak dari jalur pasir reungit kurang lebih membutuhkan waktu 7-8 jam tracking, waktu ini bisa berubah-ubah sesuai dengan kapasitas individu masing-masing pendaki. Di gunung salak banyak hal mistis jadi jangan asal bicara ia usahakan menjadi pendaki yang punya sopan santun. Selain kamu mendaki gunung salak banyak destinasi wisata curug di lereng gunung salak hampir curug di Bogor khususnya yang paling bagus ia berada di kawasan halimun salak semisal curug seribu, curug Nangka, Pangeran, Luhur dll. jadi jika kamu sudah puas menggapai puncak salak tidak salah mampir di salah satu curug di kaki gunung salak ini.
Gunung Salak berusia relatif tua sehingga memiliki beberapa puncak. Geoposisi puncak tertinggi gunung ini ialah 6°43' LS dan 106°44' BT dan dinamakan Puncak Salak I dengan ketinggian puncak m dari permukaan laut dpl.. Banyak yang mengira asal nama "Salak" adalah dari tanaman salak, akan tetapi sesungguhnya berasal dari kata bahasa Sanskerta, salaka yang berarti "perak". Untuk mendaki gunung ini sebaiknya dilakukan pada pertengahan musim kemarau. Pada musim kemarau jalur pendakian tidak terlalu becek, angin tidak terlalu kencang, dan tidak ada pacet atau lintah. Pendakian gunung salak ini bisa dilakukan lewat empat alternatif rute pendakian yaitu Rute Pendakian Gunung Salak Jalur Pasir Reungit Untuk menuju ke Pasir Reungit dari stasiun Bogor naik mobil angkot jurusan Bebulak. Kemudian dari terminal Bebulak disambung dengan mobil jurusan Leuwiliang, turun di simpang Cibatok. Dari Cibatok disambung lagi dengan mobil angkutan pedesaan ke Gunung Picung atau Bumi Perkemahan Gunung Bunder yang berakhir di Pasir Reungit. Untuk menuju puncak gunung Salak I jalur ini merupakan jalur terpanjang karena harus memutar dan melintasi Kawah Ratu. Jalur pendakian dari Pasir Rengit ini untuk menuju ke Kawah Ratu memiliki medan menanjak dan berbatu melewati air terjun. Di rute ini dapat dijumpai dua kawah berukuran kecil, yakni Kawah Monyet dan Kawah Anjing. Pada musim hujan beberapa bagian medannya berubah menjadi saluran air alami. Di sekitar Desa Pasir Reungit terdapat perkemahan dan tiga mata air yakni, Curug Cigamea Satu, Curug Cigamea Dua, dan Curug Seribu, yang dapat disinggahi sebelum ke Kawah Ratu. Curug Cigamea ini tingginya kurang lebih 50 meter. Tidak jauh dari kampung Pasir Rengit, terdapat Curug Ngumpet. Tumpahan airnya cukup lebar dengan ketinggian sekitar 20 meter. Sedangkan Curug Seribu memiliki tinggi mencapai 200 meter, dan tumpahan curug cukup besar dan menyatu, sehingga dari jarak jauh sudah terasa percikan airnya yang dingin.
Suasana jalur hiking di Kawah Ratu Gunung Salak Bogor. Foto istimewaSalam satu jalur, salam sehat untuk semua. Perjalanan trekking kumparan kali ini menjajal jalur di Kawah Ratu Gunung Salak. Ini bukan jalur kaleng-kaleng sob, bikin dengkul gemetaran. Lebih-lebih dari jalur Cisadon, Babakan trekking di Kawah Ratu ini dari base camp atau gerbang masuk sampai ke Kawah Ratu memang lebih singkat dari Cisadon, hanya sekitar 4 km, tapi treknya sob, kita mulai petualangannya, jadi akhir pekan lalu, Sabtu 6/2 kumparan diajak warga Vila Pertiwi Gardenia, Depok untuk trekking di Kawah Ratu. Olahraga sekaligus menambah jalur hiking di Kawah Ratu Gunung Salak Bogor. Foto istimewaPerjalanan dari Depok ke Base Camp Kawah RatuMenuju Kawah Ratu bisa melalui beberapa jalur, tapi kumparan dan rombongan memulai trekking via base camp Pasir sampai ke sana, kita jelaskan dulu perjalanannya. Dari Cilodong, Depok, perjalanan dimulai pukul WIB. Dengan mobil, kumparan dan rombongan membelah pagi, menuju jalur tol Jagorawi arah sebentar di rest area Sentul, kumparan menunaikan salat Subuh dan sarapan hiking beristirahat saat menuju Kawah Ratu Gunung Salak Bogor. Foto IstimewaKenapa perjalanan dilakukan di pagi buta? Ini menghindari kemacetan di jalur Dramaga, IPB ke kawasan Gunung dari rest area Sentul, perjalanan berlanjut menuju Sentul Selatan dan keluar di kawasan Yasmin, Bogor. Mobil terus melaju ke arah Dramaga, lalu ke kawasan Gunung Bundar, Bogor dan sampai di Pasir gini aja sob, coba aja pake google maps, klik tujuan base camp Pasir Reungit dijamin di Pasir Reungit Siap Trekking ke Kawah Ratukumparan dan rombongan tiba di Pasir Reungit sekitar WIB. Mobil bisa parkir tak jauh dari gerbang persiapan trekking, makanan, minuman, pole trekking, dan iya, makanan dan minuman ini penting dibawa karena tak ada warung selepas gerbang masuk. Ya maklum saja, ini masuk area kawasan Taman Nasional Halimun jalur hiking di Kawah Ratu Gunung Salak Bogor. Foto istimewaTapi ingat sampah dikantongi lagi, termasuk puntung rokok. Jangan tinggalkan apa pun, kecuali jejak. Salam masuk kawasan, setiap orang dikenakan biaya Rp 15 ribu, ini untuk biaya kebersihan dan lain-lain. Sebelumnya juga saat akan masuk kawasan Gunung Bundar, ada biaya retribusi Rp 5 ribu per menikmati pemandangan di Kawah Ratu, Gunung Salak Bogor. Foto IstimewaPerjalanan Trekking di Kawah RatuSeperti dibilang tadi, rute trekking di Kawah Ratu ini bikin dengkul minta ampun. Ya, ini mungkin seperti naik gunung dalam skala dari gerbang masuk, tanjakan langsung menyambut. Jadi sob, olahraga dan persiapan dahulu sebelum menjajal jalur menikmati pemandangan di Kawah Ratu, Gunung Salak Bogor. Foto Indra Subagja/kumparanRute trekking di Kawah Ratu hanya jalur setapak, ada bebatuan alami, sungai kecil, dan juga sebaiknya pakai sepatu trekking yang anti air, biar nyaman di sepanjang hutan ditemani gemericik air pegunungan di sepanjang jalur, udara yang segar benar-benar mantap. Suasana jalur hiking di Kawah Ratu Gunung Salak Bogor. Foto istimewaJalur menuju Kawah Ratu ini cukup jelas, ada petunjuk jalan yang dipasang. Tapi bila ingin memakai guide juga bisa, biayanya sekitar Rp 250 ribu sampai Rp 300 cerah menyapa saat memulai perjalanan sekitar pukul WIB. Beberapa kali kumparan dan rombongan beristirahat, menyeduh kopi. Oh iya sebelumnya ada tim adventure dari Leuser yang menemani dan menyiapkan kompor kecil dan masuk jalur hiking di Kawah Ratu Gunung Salak Bogor. Foto Indra Subagja/kumparanJadi sob, saat berhenti, kami memasak air dan menyeduh kopi. Ah sedap ngopi sambil ngemil di tengah hutan dan ditemani gemericik lagi ingat sampah dikantongi, dibawa pulang, jangan dibuang jalur hiking di Kawah Ratu Gunung Salak Bogor. Foto istimewaHingga akhirnya perjalanan sampai di pos sumber air terakhir. Jadi di titik ini, sumber air terakhir yang bisa dipakai minum. Setelah itu akan masuk kawasan kawah mati, dengan air mengandung di Kawah Ratu dan Foto-fotoSetelah trekking sekitar 3,5 jam, akhirnya sampai ke Kawah Mati. Di sini kita lemaskan dengkul dulu, istirahat sambil menyantap dari Tim Leuser memberi tahu, kalau mau santap siang bisa di kawasan ini, karena di dekat Kawah Ratu bau belerang buka ransel dan santap siang. Jam WIB, perjalanan dilanjutkan menuju Kawah bersantai di Kawah Ratu, Gunung Salak Bogor. Foto Indra Subagja/kumparanSekitar 30 menit mendaki lagi, akhirnya tiba di Kawah Ratu. Sedikit cerita, Kawah Ratu ini tercipta karena letusan Gunung Salak beberapa ratus tahun belerang menyengat langsung menyergap saat tiba di kawasan Kawah Ratu. Beberapa rombongan lain, sudah di lokasi lebih asik foto-foto kawasan Kawah Ratu yang kering dengan asap lama di kawasan ini, karena gerimis mulai turun. Setelah melakukan kewajiban foto-foto, kumparan dan rombongan bergegas hiking di Kawah Ratu Gunung Salak Bogor. Foto istimewaSaat turun ini dengkul benar-benar diuji, untung bawa pole trekking yang bisa membantu menopang yang becek karena hujan yang turun benar-benar membuat ekstra hati-hati, belum lagi bebatuan yang berbalut 2,5 jam perjalanan turun, pukul WIB, rombongan tiba di gerbang masuk. Setelah bersih-bersih dan salat di musala yang baru saja direnovasi atas bantuan pecinta alam Bank Mandiri, seperti tertulis di spanduk yang baru terpasang, kami bergegas kembali ke menikmati pemandangan di Kawah Ratu, Gunung Salak Bogor. Foto Indra Subagja/kumparanTapi sebelum tancap gas kembali ke Depok, kumparan dan rombongan mampir menyantap mi dan telor rebus, demi mendamaikan perut yang sudah kenyang, kami tancap gas kembali ke Depok. Trekking di Kawah Ratu ini luar Trekking di Kawah RatuBagi yang minat trekking menjajal jalur Kawah Ratu sebaiknya persiapkan fisik dan mental sebaik jalur hiking di Kawah Ratu Gunung Salak Bogor. Foto istimewaDan baiknya menyiapkan hal berikut ini.- Usahakan pagi tiba di base camp atau gerbang masuk Kawah Ratu. Bukan apa-apa jalur ke kawasan ini melewati beberapa titik macet seperti Dramaga dan Ciampea. - Tak usah khawatir soal toilet dan tempat bersih-bersih di kawasan sekitar gerbang masuk dan warung di seputarannya, menyediakan toilet menikmati pemandangan di Kawah Ratu, Gunung Salak Bogor. Foto istimewa - Makanan dan minuman sebaiknya persiapkan secukup mungkin. Atau bisa dibeli di warung-warung sekitar gerbang masuk. Ini karena tak ada warung di sepanjang jalur. Jangan lupa sampah dibawa kembali.- Sepatu trekking, tongkat atau pole trekking siapkan. Medan yang bebatuan berbalut lumut dan tanah licin bila dipijak.- Baju salin, handuk, dan jaket atau jas hujan baiknya disiapkan juga- Berdoa, sebelum berangkat karena ini jalur hutan yang masih asri. Masih ada binatang liar, jadi kita pasrahkan diri kepada Tuhan, dan tentunya ikhtiar dan di jalur hiking di Kawah Ratu Gunung Salak Bogor. Foto istimewa
gunung salak via pasir reungit